03_YUS WIDIANTINI_2.1.a.9 Koneksi Antar Materi

 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Diferensiasi adalah suatu pendekatan sistematis untuk merancang kurikulum dan istruksi pembelajaran bagi peserta didik yang beragam kemampuannya, minatnya serta kebutuhan belajarnya. Ada dua kerangka kerja pembelajaran berdiferensiasi yang paling popular, yaitu

1) Kerangka kerja menurut Tomlinson dan ada 6 kerangka kerja dalam diferensiasi, yaitu

(1) Memperhatikan kesiapan akademik peserta didik

(2) Minat peserta didik

(3) Gaya belajar peserta didik harus dijadikan acuan untuk  merencanakan aktivitas belajar peserta didik

(4) Meminta para guru untuk memberikan strategi jamak/beragam untuk mengorganisasikan dan membedakan isi

(5)  Proses (pembelajaran)

(6) Produk (penilaian) untuk mengakomodir tingkat kesiapan, perbedaan minat dan perbedaan gaya belajar peserta didik

2) Kerangka kerja menurut Dogde (Arends, 2010). Kerangka kerja Dogde meliputi 5 kategori strategi, yaitu

(1)    Membedakan pilihan

(2)    Membangun pembelajaran di sekitar Taksonomi Bloom,

(3)    Menggunakan kecerdasan jamak,

(4)    Menggunakan pengelompokkan secara fleksibel, dan

(5)    Menggunakan pelajaran berjenjang

Untuk melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif di kelas diferensiasi, beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

a.Merencanakan kelas berdiferensiasi. Tiga aspek yang sangat penting, yakni :

           (1)    Mengklarifikasi materi

           (2)    Mendiagnosa kesiapan peserta didik, dan

           (3)    Mendesain pengalaman belajar yang bervariasi

b.Mengatur kelas berdiferensiasi. Beberapa ahli merekomendasikan para guru agar mengembangkan ‘template’ untuk mengatur tugas peserta didik

c.Penilaian dalam kelas berdiferensiasi. Penilaian dalam kelas berdiferensiasi          bersifat tanpa henti dan merupakan bagian terpadu dengan pembelajaran

d.Peran guru dan peserta didik. Guru menjadi fasilitator dan pelatih, sedangkan      peserta didik menjadi peserta yang aktif dalam proses belajar mereka sendiri.      Peserta didik membuat pilihan berdasarkan minat dan pilihan belajar mereka,      belajar sendiri, saling menjadi tutor sebaya, dan bekerja dalam kelompok kecil

e.Lingkungan belajar. Lingkungan kelas berdiferensiasi memiliki banyak sekali         jenis aktivitas belajar dan ragam situasi pengelompokan

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang mengakomodasi dari semua perbedaan murid, terbuka untuk semua dan memberikan kebutuhan kebutuhan yang diperlukan oleh setiap murid. Pembelajaran dilakukan dengan beragam cara untuk memahami informasi baru bagi semua murid dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk mendapatkan konten, mengolah, membangun atau menalar gagasan dan mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran evaluasi sehingga semua peserta didik dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif. Selain itu juga memastikan bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya. Strategi pembelajaran berdiferensiasi ada 3 yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk.

      a.  Diferensiasi konten

Diferensiasi konten berhubungan dengan apa yang diajarkan kepada murid dengan mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik baik itu dari aspek kesiapan belajar, minat, profil belajar peserta didik atau kombinasi dari ketiganya. Kesiapan belajar peserta didik bukanlah tentang tingkat intelektualiats (IQ). Hal ini lebih kepada informasi tentang apakah pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki murid saat ini sesuai dengan keterampilan atau pengetahuan baru yang akan diajarkan. Minat merupakan salah satu motivator penting bagi peserta didik untuk dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Murid yang berbeda akan menunjukkan minat pada topiK yang berbeda. Gagasan untuk membedakan melalui minat adalah untuk menghubungkan peserta didik pada pelajaran untuk menjaga minat mereka. Dengan menjaga minat murid tetap tinggi, diharapkan dapat meningkatkan kinerja peserta didik dengan ini salah satu contohnya setiap peserta didik meiliki gaya belajar yang berbeda. Pemetaan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara natural dan efisien dengan demikian guru perlu memvariasikan metode dan pendekatan mengajar mereka

     b.  Diferensiasi proses.

Dalam kegiatan ini guru perlu memahami apakah murid akan belajar secara berkelompok atau mandiri. Guru menetapkan jumlah bantuan yang akan diberikan pada peserta didik. Siapa sajakah peserta didik yang membutuhkan bantuan dan siapa sajakah peserta didik yang membutuhkan pertanyaan pemandu yang selanjutnya dapat belajar secara mandiri. Semua hal tersebut harus dipertimbangkan dalam skenario pembelajaran yang akan dirancang.

     c.   Diferensiasi produk

Produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan kepada guru. Produk adalah sesuatu yang ada wujudnya bisa berbentuk karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, dan sebagainya. Yang paling penting produk ini harus mencerminkan pemahaman peserta didik yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Mendiferensiasi produk dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik terlebih dahulu sebelum memberikan penugasan produk. Penugasan produk harus membantu peserta didik secara individu atau kelompok, menentukan kembali atau memperluas apa yang mereka pelajari selama periode waktu tertentu. Diferensiasi produk meliputi diferensiasi produk meliputi dua hal yaitu memberikan tantangan atau keragaman dan memberikan peserta didik pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.

 

Lingkungan yang mendukung pembelajaran yang berdiferensiasi

Apa yang kita lakukan sebagai guru untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi?

Pembelajaran berdiferensiasi harus dibangun dengan “Learning Community” atau komunitas belajar yakni komunitas yang semua anggotanya adalah pembelajar. Guru akan mengembangkan sikap sikap dan praktik praktik yang selalu mendukung lingkungan belajar. Lingkungan belajar yang efektif mendukung pembelajaran berdiferensiasi adalah

(1)    Setiap orang dalam kelas akan menyambut dan merasa disambut dengan baik

(2)    Setiap orang dalam kelas selalu saling menghargai

(3)    Peserta murid akan merasa aman

(4)    Ada harapan untuk pertumbuhan

(5)    Guru mengajar untuk mencapai kesuksesan

(6)    Ada keadilan dalam bentuk nyata

(7)    Guru dan murid berkolaborasi untuk pertumbuhan dan kesuksesan bersama

 

Contoh pembedaan lingkungan belajar di tingkat dasar meliputi :

1.   Memastikan ada tempat di dalam ruangan untuk bekerja dengan tenang dan tanpa gangguan, serta tempat yang mengundang kolaborasi pesera didik

2.    Menyediakan bahan yang mencerminkan berbagai budaya dan pengaturan rumah

3.   Menetapkan pedoman yang jelas untuk pekerjaan independen yang sesuai dengan kebutuhan individu.

4.   Mengembangkan rutinitas yang memungkinkan peserta didik mendapatkan bantuan ketika guru sibuk dengan peserta didik lain dan tidak dapat segera membantu mereka

5.   Membantu peserta didik memahami bahwa beberapa peserta didik perlu bergerak untuk belajar, sementara yang lain lebih baik duduk dengan tenang

 

Mencari tahu karakteristik peserta didik

Cara pertama untuk mencari tahu karakteristik masing – masing  peserta didik adalah dengan mengamati gaya belajar mereka. Misalnya ada peserta didik yang tertarik pada hal yang sifatnya visual, maka cara pemberian materi dan produk hasil belajar pun diharapkan akan dalam bentuk visual.

Cara lainnya bisa dengan melihat dan mengamati tugas – tugas yang sudah dikerjakan peserta didik. Guru dapat berdiskusi dengan guru mata pelajaran lain tentng kemampuan peserta didik tersebut ketika menerima materi pelajaran.

Selain itu, guru juga dapat membuat pertanyaan pemantik untuk mengetahui minat dan karakteristik peserta didik. Misalnya pertanyaan tentang kebiasaan belajar peserta didik, ada peserta didik yang lebih senang belajar sambil mendengarkan music, ada yang lebih senang dalam kondisi sepi, atau mungkin ada yang bisa belajar sambil menonton televisi

 

Tantangan pembelajaran berdiferensiasi

Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi bukanlah hal yang mudah. Guru harus dapat menyiapkan beberapa materi dan instrument penilaian sekaligus. Misalnya saya menggunakan diferensiasi konten/materi, berarti saya harus menyiapkan materi lebih dari satu. Sama halnya dengan diferensiasi proses dan produk, berarti harus ada lebih dari satu media pembelajaran dan alat penilaian. Tetapi sebenarnya pembelajaran berdiferensiasi dapat menguntungkan anak untuk memaksimalkan potensi mereka, terlebih lagi untuk anak yang pembelajarannya berbeda dengan peserta didik lain.

 

Memancing peserta didik lebih aktif

Melalui pembelajaran berdiferensiasi, sikap toleransi dapat muncul dengan pemberian keleluasaan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi. Guru tidak membatasi bahan dasar, proses, dan produk yang dihasilkan peserta didik. Namun , guru juga tidak membebaskan semuanya, guru tetap mengontrol pembelajaran dengan memberikan isian LK yang sama bagi semua peserta didik. Selain itu, peserta didik juga menjadi lebih aktif ketika belajar. Peserta didik mengalami langsung apa yang sedang mereka pelajari.

Komentar

  1. Pemahaman KOneksi antar Materi yang sudah baik. Tugas selanjutnya adalah mengimplementasikan semua pengetahuan itu ddalam proses pembelajaran yang dimulai dari melakukan pemetaan siswa, melihat kembali RPP yang dibuat serta menyesuikannya dan melaksanakannya

    BalasHapus

Posting Komentar